“ Telah berkumpul umat-umat untuk menghadapi kalian, sebagaimana orang-orang yang makan berkumpul menghadapi piringnya'. Mereka berkata : Apakah pada saat itu kami sedikit wahai Rasulullah ? Beliau menjawab : 'Tidak, pada saat itu kalian banyak, tetapi kalian seperti buih di lautan, dan Allah akan menghilangkan rasa takut dari dada-dada musuh kalian kepada kalian, dan Allah akan menimpakan pada hati kalian penyakit Al-Wahn'. Mereka berkata : Apakah penyakit Al-Wahn itu wahai Rasulullah?. Beliau menjawab :'Cinta dunia dan takut akan mati". [Haadits Shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud (4297), Ahmad (5/287), dari hadits Tsaubah Radhiyallahu anhu, dan dishahihkan oleh Al-Albani dengan dua jalannya tersebut dalam As-Shahihah (958)]”
Mungkin inilah yang terjadi pada umat Islam sekarang, ketika bangsa Israel yang laknat memborbardir tanah palestina, segenap Negara-negara islam di dunia hanya bisa mengutuk, mengecam apa yang dilakukan oleh bangsa laknat itu.
Bahkan Amerika Serikat yang dianggap sebagai negara super power tidak mampu melakukan apa-apa dan mati kutu ketika Israel berbuat demikian, beda dengan apa yang dilakukannya terhadap Iran, Afghanistan dan Irak.
Saya sendiri melihat ada target bagi Amerika ketika jumlah warga palestina yang terbunuh sudah mencapai sekian banyak barulah mereka bicara.
Bangsa Yahudi adalah perampok yang mengambil tanah-tanah warga palestina, selayaknyalah orang yang dirampok harus diberi perlindungan.
Di dunia ini belum ada Negara Islam yang mampu melawan Amerika, runtuhnya Uni Sovyet dengan komunismenya menjadikan Amerika sebagai Single Fighter, sehingga berusaha mencari lawan dan mereka mengarahkannya ke Negara-Negara Arab atau lebih tepatnya Islam. Mungkin penyakit Al-Wahn itu telah lama menggerogoti kita (umat Muslim) sehingga rasa simpati dan empati kita telah berkurang terhadap sesama saudara muslim.
Sabtu, 03 Januari 2009
Palestina
Diposkan oleh el Agusto di 11:11 3 komentar
Label: My opinion
Senin, 01 September 2008
Marhaban Ya Ramadhan
Merupakan kesyukuran tersendiri bagi saya pribadi setiap ramadhan tiba, bukan saja karena di bulan ini Allah SWT menjanjikan akan melipat gandakan segala amalan yang kita lakukan, lebih dari itu puasa sendiri merupakan Training bagi kita untuk dapat lebih memanusiakan diri kita sendiri, dalam artian bahwa kadang-kadang kita hanya wujudnya saja yang berbentuk manusia namun tindak laku kita kadang pula melebihi dari hewan.
Di bulan yang penuh berkah inilah kesempatan kita sebagai umat Islam khususnya, untuk lebih menanamkan makna puasa dalam diri kita.
Mungkin saja selama ini kita memang sebatas menahan makan dan minum jika menjalankan puasa, tetapi puasa khan tidak hanya sebatas hal tersebut ada makna mengapa bulan ini penuh berkah dibanding bulan lainnya. Indahnya Ramadhan bisa menjalin kebersamaan, rasa simpati terhadap sesama.
semoga ibadah puasa kali ini bisa berdampak pada kondisi negara kita yang selalu saja disuguhi kekerasan, korupsi dan lain-lain.
Amin.........
Diposkan oleh el Agusto di 09:54 1 komentar
Label: puasa
Sabtu, 16 Agustus 2008
LAGI-LAGI TENTANG ROKOK
lagi-lagi kontroversi terjadi di negara ini, seiring akan dikeluarkannya fatwa tentang pengharaman rokok oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
benda yang satu ini memang sudah sangat akrab bagi masyarakat kita, hampir setiap hari kita dapat menyaksikan orang-orang menyelipkan benda ini ditangannya, menghisap dan mengepulkan asapnya. Dalam keadaan susah maupun senang benda yang satu ini bisa dijadikan "teman" (Meskipun dalam artian yang merugikan).
Meminjam sebuah lirik lagu dari DEWIQ " Bete...Bete....ah, Bete....Bete...ah, mungkin itulah yang dirasakan bagi yang sudah terbiasa dan susah lepas dari rokok.
terus terang saya membuat postingan ini pun dalam keadaan merokok (he....he....he....).
tetapi lebih dari itu, sejak dulu kampanye tentang dampak rokok bagi bagi kesehatan memang telah banyak dilakukan, bahkan ada harinya loh yaitu HARI TANPA TEMBAKAU (Tidak Tahu setiap tanggal berapa).
para produsen rokokpun dalam kemasannya telah menambahkan kata-kata yang bersifat menghimbau, atau lebih tepatnya mengingatkan bagi para perokok bahwa "MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGUAN KEHAMILAN DAN JANIN".
Masyarakat kita mulai dari tingkat bawah sampai kalangan atas tentu biasa menikmati benda ini, dan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (miskin) dinegara kita ini hampir 30 % penghasilan dibelanjakan hanya untuk benda yang satu ini. ironisnya anak yang masih dalam usia belasan tahunpun sangat mudah untuk mendapatkan rokok.
kalaupun akhirnya MUI mengeluarkan Fatwa mengenai pengharaman rokok ini kenapa tidak jauh-jauh hari sebelumnya, apakah harus menunggu momentum ?, bukankah rokok merupakan salah satu sumber devisa bagi negara. dan negara sedang giat-giatnya membangun untuk kemaslahatan umat di negara tercinta ini, dan tentunya masyarakat bawah yang menggantungkan hidupnya dengan industri rokok akan khawatir kehilangan pekerjaannya.
semua terpulang kepada diri kita masing-masing, masih banyaklah permasalahan di negeri ini yang lebih bisa diutamakan daripada ribut mengenai rokok.
Diposkan oleh el Agusto di 09:43 2 komentar
Label: hanya celoteh
Jumat, 01 Agustus 2008
DUSTA ADALAH PENGKHIANATAN
Secuil pidato Abu Bakar ketika dilantik menjadi khalifah, pengganti Nabi Muhammad SAW.
“Kemudian, saudara-saudara, saya sudah diangkat sebagai penguasa atas kalian, dan saya bukanlah orang yang terbaik atas kalian. Kalau saya berlaku baik, bantulah saya kebenaran adalah suatu kepercayaan dan dusta adalah pengkhianatan. Orang yang lemah dikalangan kalian adalah yang kuat dimata saya, sesudah haknya nanti saya berikan kepadanya Insya Allah dan orang yang kuat buat saya adalah lemah sesudah haknya saya ambil, Insya Allah… Taatilah saya, selama saya taat kepada perintah Allah dan RasulNya tetapi apabila saya melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya, maka gugurlah kesetiaan pada saya".
Menjadi pemimpim merupakan tugas yang mulia namun berat. Pemimpin bukan hanya sebagai simbol adanya tatanan pemerintah, tetapi lebih dari itu amanah dan tanggung jawab untuk memimpin rakyatnya ke arah yang lebih baik.
tentu semua pemimpin mempunyai cita-cita untuk mewujudkan kemakmuran bagi rakyatnya, baik melalui janji maupun dalam bentuk kebijakan-kebijakan politiknya. Negara kita sudah dipimpin oleh enam orang presiden, tapi di negara ini masih banyak yang mengeluh untuk mendapatkan sesuap nasi, mengantri minyak dan berbagai pemandangan lain di negara ini.
dengan kekayaan alam yang kita miliki sekarang ini, negara belum mampu menghadirkan kekayaan alam tersebut di atas meja makan penduduk miskin kita, hanya golongan masyarakat tertentu saja dapat menikmatinya.
meskipun sekarang beda dengan jaman ketika pemerintahan oleh sahabat Nabi, tetapi setidaknya pemimpin yang kita pilih dapat mencontoh tauladan yang diperlihatkan oleh mereka, dalam sejarahnya Abu Bakar yang sudah dilantik jadi Khalifah masih menggelar dagangan di pasar, jawabannya adalah karena ia harus mencari penghidupan untuk keluarganya.beberapa pemuka masyarakat berunding lalu mengusulkan agar Khalifah diberikan gaji yang diambil dari Baitul Maal, sehingga Abu Bakar RA tidak perlu berdagang dan dapat berkonsentrasi sebagai seorang Khalifah. Untuk menetapkan jumlah uang atau kebutuhan dasar yang harus diberikan, mereka menyerahkan kepada Abu Bakar RA. berapa keperluan keluarganya. Abu Bakar RA menyetujui, dan bersama isterinya menghitung kebutuhan keluarga mereka setiap bulannya, dan itu bukanlah hal yang rumit bagi seorang Abu Bakar yang bersahaja, sehingga keluarlah angka yang diambil dari kebutuhan dasar keluarga mereka, dan itu adalah sebuah angka subsisten, yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Angka itu disetujui, dan jadilah Abu Bakar sebagai Khalifah dengan gaji dibayarkan dari dana Baitul Maal atau kas negara.
namun sekarang yang terjadi banyak pemimpin yang seolah-olah menimbun kekayaan dari rakyatnya sendiri, mereka sudah tidak dapat membedakan yang mana cangkir sendiri, dan mana cangkir negara, semua diambil. sehingga yang tampak sekarang di layar TV kita adalah Parodi Para Koruptor di Negara ini.
Rakyat mempunyai legimatimasi untuk menumbangkan kekuasaan yang korup yang tidak berpihak pada mereka, hanya sekarang di negara ini banyak pembenaran-pembenaran yang mengaburkan suatu masalah. dan bagi kita yang awam, tentu akan makin dibodohi dengan dengan Parodi-parodi tersebut, tertawa tanpa mengetahui apa yang ditertawakan.
"................dusta adalah pengkhianatan.................................."
Diposkan oleh el Agusto di 09:35 2 komentar
Label: hanya celoteh
Sabtu, 26 Juli 2008
MENDADAK PUITIS
yang menarik bagi saya, kok para elit parpol tersebut mendadak puitis dalam menyampaikan visi dan misi parpolnya, bak seorang pujangga mereka berpuitis untuk memajukan bangsa dan mensejahterakan bangsa ini dengan dalih atas nama rakyat pula bangsa ini tidak.
setiap manusia tentu mempunyai rasa seni dalam dirinya, dan seni memang tercipta untuk dinikmati, dan begitupun yang terjadi dengan para elit parpol kita sekarang ini.
Masyarakat tentu saja tidak mau terbuai dengan hal-hal yang puitis, dan menjadi korban puitisasi, yang penting apa yang ada dalam isinya, sesuai dengan harapan dan mampu membuat rakyat keluar dari keterpurukannya.
Biarkanlah para "pujangga-pujangga politik" itu mementaskan diri dalam teater politik yang mereka lakoni, menurut saya, tinggal bagaimana kita menyikapi yang mana benar-benar memaknai puisinya demi rakyat atau yang hanya berpuisi untuk kenikmatan dirinya sendiri.
Diposkan oleh el Agusto di 21:08 1 komentar
Label: My opinion
Kamis, 03 Juli 2008
KREATIF ATAU.......
Dikutip dari berbagai sumber..
Kebutuhan dasar untuk hidup kian menjerat menimbulkan berbagai macam gejolak dalam masyarakat kita....(berlagak peduli).
Kondisi semacam ini di satu sisi bisa menciptakan kreatifitas dalam masayarakat kita dan di sisi lain bisa juga membuat stress dan akhirnya menimbulkan perbuatan yang kontra produktif.
Contoh satu sisi yang ingin saya angkat adalah tentang air minum yang biasa di komsumsi di warung-warung di Jakarta, dan itu tidak menutup kemungkinan apa yang terjadi di Jakarta ini, juga terjadi di sekitar kita.
Bagi teman-teman yang biasa ke Ibukota dan sesekali menikmati jajanan di warung-warung pinggir jalan maupun restro agaknya perlu sedikit waspada......
Soalnya, suatu riset menyebutkan bahwa air juice, es teh, dan berbagai minuman lainnya di olah dari air sungai ciliwung.
Anda bisa bayangkan air sungai ciliwung itu...., ya... warnanya, aromanya.
Nah., dari sinilah sebagian pemilik warung-warung yang ada di Jakarte ...menurut survei itu diambil dan di jernihkan dengan pemutif, kemudian di masukkan ke dalam mesin pendingin yang berbentuk balok-balok itu.
Awalnya es balok ini untuk mengawetkan ikan, sayuran atau buah-buahan, tetapi entah bagaimana es balok ini kemudian di olah menjadi aneka minuman. Dan ternyata dari hasil uji laboratorium air itu mengandung bakteri E-COLI dengan kadarnya yang melebihi ambang batas.
Kreatifitas-kreatifitas semacam inilah yang mungkin di negara kita banyak muncul. Kita tidak dapat langsung menyalahkan para pemilik warung itu atau yang membuat kreatifitas merugikan dengan cara lain, sebab kondisilah yang membuat sehingga mereka meminimalisasi pengeluarannya untuk mendapatkan keuntungan yang berlebih.
Tetapi masihkah orang memperhatikan hal kecil semacam itu yang dampaknya bagi kesehatan bisa saja sangat buruk. Kita tidak boleh menuduh bahwa semua warung melakukan hal yang sama tetapi Praduga Tak Bersalah boleh kita pegang.
Diposkan oleh el Agusto di 12:04 1 komentar
Label: My opinion

